PAI dan BP Kelas IX BAB 7
Tujuan Pembelajaran
✓ Menjelaskan makna iman kepada qada dan qadar
✓ Menjelaskan hubungan antara qada, qadar dengan ikhtiar dan doa
✓ Mendeskripsikan bukti beriman kepada qada dan qadar
✓ Membuat bagan atau infografis tentang iman kepada qada dan qadar
✓ Meyakini bahwa Allah Swt. memberikan qada dan qadar kepada makhluknya
✓ Terbiasa berperilaku optimis, sabar, dan tawakal sebagai hikmah dari iman kepada qada dan qadar
✓ Mampu mewujudkan ketenangan jiwa dengan tawakal atas qada dan qadar Allah Swt.
Materi Pembelajaran
A. Pengertian Iman kepada Qada dan Qadar
Iman kepada qada dan qadar merupakan rukun iman yang keenam. Qada dan qadar sering disebut juga dengan takdir Allah Swt.
Qada adalah ketetapan atau keputusan Allah Swt. sejak zaman azali (sebelum penciptaan) tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan makhluk-Nya.
Qadar adalah perwujudan atau kenyataan dari ketetapan Allah Swt. terhadap semua makhluk-Nya dalam kadar atau ukuran tertentu, sesuai dengan hikmah dan kehendak-Nya.
Dengan demikian, iman kepada qada dan qadar berarti percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluk-Nya dan semua yang terjadi di alam semesta ini sesuai dengan kehendak-Nya.
Dalil tentang Qada dan Qadar:
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS. Al-Qamar: 49)
B. Macam-macam Takdir
Takdir Allah Swt. dapat dibagi menjadi dua macam:
1. Takdir Mubram (Mutlak)
Takdir mubram adalah ketentuan Allah Swt. yang pasti terjadi dan tidak dapat diubah atau dihindari oleh manusia. Contohnya:
- Kematian
- Jenis kelamin
- Bencana alam
- Pergantian siang dan malam
2. Takdir Mu'allaq (Tidak Mutlak)
Takdir mu'allaq adalah ketentuan Allah Swt. yang masih dapat diusahakan atau diubah oleh manusia melalui ikhtiar, doa, dan tawakal. Contohnya:
- Kesuksesan dalam belajar
- Kesehatan
- Rezeki
- Kebahagiaan
C. Hubungan antara Qada, Qadar dengan Ikhtiar dan Doa
Iman kepada qada dan qadar tidak berarti manusia hanya pasrah tanpa usaha. Justru, Islam mengajarkan keseimbangan antara percaya pada takdir Allah Swt. dengan usaha manusia.
1. Ikhtiar (Usaha)
Ikhtiar adalah usaha sungguh-sungguh yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Allah Swt. berfirman:
"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya." (QS. An-Najm: 39)
2. Doa
Doa adalah permohonan kepada Allah Swt. agar diberi kebaikan di dunia dan akhirat. Doa merupakan bentuk pengakuan akan keterbatasan manusia dan keyakinan akan kekuasaan Allah Swt.
"Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'" (QS. Al-Mu'min: 60)
3. Tawakal
Tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt. setelah berikhtiar dan berdoa. Tawakal merupakan bentuk kepasrahan dan ketenangan hati setelah melakukan usaha maksimal.
"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At-Talaq: 3)
Dengan demikian, hubungan antara qada, qadar dengan ikhtiar dan doa adalah:
- Manusia wajib berikhtiar untuk mengubah takdir mu'allaq
- Doa dapat mengubah takdir dengan izin Allah Swt.
- Setelah berikhtiar dan berdoa, manusia bertawakal kepada Allah Swt.
- Qada dan qadar Allah Swt. tetap berlaku, namun manusia diberi kebebasan untuk berusaha
D. Bukti Beriman kepada Qada dan Qadar
Bukti beriman kepada qada dan qadar dapat dilihat dari sikap dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
- Selalu berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan
- Tidak mudah putus asa ketika menghadapi kegagalan
- Bersyukur atas keberhasilan yang diperoleh
- Sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan
- Tidak sombong dan takabur ketika mendapat keberhasilan
- Selalu berdoa dan bertawakal kepada Allah Swt.
- Menerima dengan ikhlas segala ketentuan Allah Swt.
- Memiliki sikap optimis dalam menjalani kehidupan
E. Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar
Beriman kepada qada dan qadar memberikan banyak hikmah dalam kehidupan, di antaranya:
1. Optimis
Orang yang beriman kepada qada dan qadar akan selalu optimis dalam menjalani kehidupan. Ia yakin bahwa Allah Swt. telah menetapkan yang terbaik untuknya.
2. Sabar
Iman kepada qada dan qadar menumbuhkan kesabaran dalam menghadapi cobaan. Ia menyadari bahwa semua ujian adalah bagian dari rencana Allah Swt.
3. Tawakal
Beriman kepada qada dan qadar mendorong sikap tawakal setelah berikhtiar. Ia menyerahkan hasil akhir kepada Allah Swt. dengan hati yang tenang.
4. Ketenangan Jiwa
Keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah Swt. memberikan ketenangan jiwa. Ia tidak akan terlalu sedih ketika gagal dan tidak terlalu gembira hingga lupa diri ketika berhasil.
5. Rendah Hati
Iman kepada qada dan qadar membuat seseorang rendah hati. Ia menyadari bahwa keberhasilan yang diperoleh adalah atas izin dan pertolongan Allah Swt.
F. Implementasi Iman kepada Qada dan Qadar dalam Kehidupan
Implementasi iman kepada qada dan qadar dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan cara:
- Rajin belajar dan bekerja keras untuk meraih cita-cita
- Selalu berdoa kepada Allah Swt. dalam setiap aktivitas
- Menerima dengan ikhlas hasil dari usaha yang telah dilakukan
- Tidak menyalahkan orang lain atau keadaan ketika mengalami kegagalan
- Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt.
- Sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah
- Membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan
- Tidak putus asa dan selalu mencoba kembali ketika gagal
- Menjaga keseimbangan antara ikhtiar, doa, dan tawakal
Kesimpulan:
Iman kepada qada dan qadar adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini telah ditetapkan oleh Allah Swt. Namun, manusia tetap memiliki kewajiban untuk berikhtiar, berdoa, dan bertawakal. Dengan beriman kepada qada dan qadar, seseorang akan memiliki sikap optimis, sabar, dan tawakal sehingga dapat mewujudkan ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan.
Evaluasi Pembelajaran
Selamat datang di evaluasi pembelajaran PAI dan BP Kelas IX BAB 7. Evaluasi ini terdiri dari 25 soal yang dibagi menjadi 5 level, masing-masing level berisi 5 pertanyaan.
Waktu pengerjaan: 60 menit
Sistem evaluasi menggunakan Multistage Adaptive Testing (MSAT). Jika gagal pada level tertentu, Anda harus kembali ke level sebelumnya.
Level 1 - Soal 1/5
Hasil Evaluasi
Nama:
Kelas:
Level Tertinggi:
Nilai:
Jawaban Benar:
Jawaban Salah:
Tentang Aplikasi
PAI dan BP Kelas IX BAB 7
Media Pembelajaran Interaktif untuk Mata Pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti
Pembuat Media
Nama: Asep Saefullah
Jabatan: Guru PAI SMP Kab Bekasi
WhatsApp: 087703081979
Email: asepsaefullah38@guru.smp.belajar.id
Tentang Aplikasi
Aplikasi ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif untuk membantu siswa kelas IX dalam memahami materi tentang iman kepada qada dan qadar dalam ajaran Islam.
Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur evaluasi menggunakan sistem Multistage Adaptive Testing (MSAT) yang memungkinkan siswa untuk menguji pemahaman mereka secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka.
Panel Guru
Daftar Nilai Siswa
Daftar Nilai Siswa - PAI dan BP Kelas IX BAB 7
| No | Nama | Kelas | Level Tertinggi | Jawaban Benar | Jawaban Salah | Nilai | Detail |
|---|