1. Menjelaskan teori dan praktik toleransi menurut Islam, serta menerima hakikat perbedaan sebagai sunatullah.
2. Mengevaluasi praktik keberagamaan umat Islam di lingkungan masyarakat yang majemuk, serta memiliki keberagamaan yang toleran.
3. Membuat quote yang berisi pentingnya toleransi dalam ajaran Islam, serta memiliki sikap toleran intern maupun antar umat beragama.
Materi Pembelajaran
A. Teori dan Praktik Toleransi dalam Islam
1. Pengertian Toleransi
Toleransi dalam bahasa Arab disebut dengan tasamuh yang berarti sikap membiarkan, lapang dada, atau saling menghargai. Dalam konteks sosial, toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda.
Dalam Islam, toleransi bukan berarti mengakui kebenaran semua agama atau mencampuradukkan ajaran agama, melainkan menghormati eksistensi agama lain dan memberikan kebebasan kepada pemeluknya untuk menjalankan ajaran agamanya.
2. Dasar Toleransi dalam Al-Qur'an dan Hadits
Al-Qur'an dan Hadits memberikan landasan yang kuat tentang toleransi:
"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat." (QS. Al-Baqarah: 256)
"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." (QS. Al-Kafirun: 6)
"Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?" (QS. Yunus: 99)
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13)
Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam bertoleransi:
"Siapa yang menyakiti seorang dzimmi (non-muslim yang hidup di negara Islam), maka aku adalah musuhnya. Dan siapa yang menjadi musuhku, akan aku musuhi di hari kiamat." (HR. Khatib)
"Barangsiapa yang membunuh seorang mu'ahad (non-muslim yang terikat perjanjian damai), maka ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun." (HR. Bukhari)
3. Perbedaan sebagai Sunatullah
Islam mengajarkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan (sunatullah) yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Perbedaan ini bukan untuk saling bermusuhan, melainkan untuk saling mengenal dan bekerja sama dalam kebaikan.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, serta berlain-lainannya bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui."
QS. Ar-Rum: 22
Perbedaan pendapat juga terjadi di kalangan sahabat Nabi dan para ulama, namun mereka tetap saling menghormati. Imam Syafi'i berkata: "Pendapatku benar, tetapi mungkin salah. Pendapat orang lain salah, tetapi mungkin benar."
4. Batasan Toleransi dalam Islam
Meskipun Islam mengajarkan toleransi, namun ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan:
Toleransi hanya pada aspek sosial kemasyarakatan, bukan pada aspek akidah dan ibadah.
Tidak boleh memaksa orang lain untuk mengikuti agama tertentu.
Tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama (sinkretisme).
Tidak boleh mengakui kebenaran semua agama (pluralisme agama).
B. Praktik Keberagamaan Umat Islam di Masyarakat Majemuk
1. Toleransi Intern Umat Islam
Dalam internal umat Islam, terdapat berbagai mazhab dan aliran pemikiran. Sikap yang harus dikembangkan adalah:
Menghormati perbedaan pendapat dalam masalah furu' (cabang) agama.
Tidak mengkafirkan sesama muslim karena perbedaan pendapat.
Mengutamakan persatuan umat Islam.
Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.
Contoh praktik toleransi intern umat Islam adalah saling menghormati perbedaan dalam tata cara ibadah, seperti qunut atau tidak qunut dalam shalat Subuh, jumlah rakaat tarawih, dan lain-lain.
2. Toleransi Antar Umat Beragama
Dalam hubungan dengan pemeluk agama lain, Islam mengajarkan:
Menghormati kebebasan beragama.
Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
Berlaku adil terhadap semua orang tanpa memandang agama.
Bekerja sama dalam hal-hal yang bersifat sosial dan kemanusiaan.
Tidak menghina simbol-simbol agama lain.
Contoh praktik toleransi antar umat beragama adalah saling mengucapkan selamat hari raya (dengan batasan tidak mengikuti ritual keagamaannya), menjaga keamanan tempat ibadah agama lain, dan bekerja sama dalam kegiatan sosial.
3. Piagam Madinah: Model Toleransi dalam Masyarakat Majemuk
Piagam Madinah adalah dokumen yang dibuat oleh Nabi Muhammad SAW sebagai landasan hidup bersama masyarakat Madinah yang majemuk, terdiri dari kaum Muslim, Yahudi, dan suku-suku Arab non-Muslim. Beberapa prinsip penting dalam Piagam Madinah:
Kebebasan beragama bagi semua kelompok.
Kerjasama dan saling membantu dalam menghadapi musuh bersama.
Kewajiban semua pihak untuk menjaga keamanan Madinah.
Penyelesaian perselisihan melalui musyawarah.
Keadilan bagi semua warga tanpa diskriminasi.
Piagam Madinah menunjukkan bahwa Islam telah mempraktikkan toleransi dan penghargaan terhadap pluralitas sejak 14 abad yang lalu, jauh sebelum konsep HAM modern dikenal.
C. Pentingnya Toleransi dalam Ajaran Islam
1. Toleransi sebagai Wujud Rahmatan lil 'Alamin
Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin). Toleransi merupakan salah satu wujud dari rahmat tersebut, karena dengan toleransi akan tercipta kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."
QS. Al-Anbiya: 107
2. Toleransi untuk Mewujudkan Perdamaian
Islam sangat menjunjung tinggi perdamaian. Kata "Islam" sendiri berasal dari kata "salam" yang berarti damai. Toleransi adalah kunci untuk mewujudkan perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu."
QS. Al-Baqarah: 208
Ayat di atas mengajak untuk masuk ke dalam "as-silm" (perdamaian) secara menyeluruh, yang merupakan salah satu makna dari kata "Islam".
3. Toleransi untuk Menjaga Persatuan
Indonesia adalah negara dengan keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Toleransi menjadi perekat persatuan bangsa. Tanpa toleransi, keberagaman bisa menjadi sumber perpecahan.
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara."
QS. Ali Imran: 103
4. Quote-quote Inspiratif tentang Toleransi dalam Islam
"Perbedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat."
Hadits Nabi Muhammad SAW
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
Hadits Nabi Muhammad SAW
"Agama yang paling dicintai Allah adalah agama yang lurus dan toleran."
Hadits Nabi Muhammad SAW
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
Hadits Nabi Muhammad SAW
D. Implementasi Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Di Lingkungan Keluarga
Menghargai perbedaan pendapat antar anggota keluarga.
Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga.
Musyawarah dalam mengambil keputusan keluarga.
Saling membantu tanpa memandang perbedaan.
2. Di Lingkungan Sekolah
Menghargai teman yang berbeda agama, suku, atau ras.
Tidak membully teman yang berbeda.
Bekerja sama dalam kegiatan sekolah tanpa diskriminasi.
Menghormati guru dan teman yang berbeda pendapat.
3. Di Lingkungan Masyarakat
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial bersama warga yang berbeda agama.
Menjaga keamanan lingkungan bersama-sama.
Tidak menyebarkan ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu.
Menghormati perayaan hari besar agama lain tanpa mengikuti ritualnya.
Mengutamakan dialog dalam menyelesaikan konflik.
4. Di Media Sosial
Tidak menyebarkan berita bohong (hoax) yang dapat memicu konflik.
Tidak membuat konten yang menghina agama atau kelompok tertentu.
Menggunakan bahasa yang santun dalam berkomentar.
Menyebarkan konten-konten yang mempromosikan perdamaian dan toleransi.
Melakukan klarifikasi terhadap informasi sebelum membagikannya.
Evaluasi Pembelajaran
Selamat datang di bagian evaluasi. Anda akan mengerjakan 25 soal yang terbagi dalam 5 level. Setiap level berisi 5 pertanyaan.
Aturan:
Waktu pengerjaan adalah 60 menit.
Jika Anda gagal pada level tertentu, Anda harus kembali ke level sebelumnya.
Setiap jawaban benar akan menambah nilai Anda.
Jika Anda menjawab salah, soal akan terkunci dan Anda tidak bisa mengubah jawaban.
Level 1
60:00
Hasil Evaluasi
Nama:
Kelas:
Level Tercapai
0
Nilai Akhir
0
Jawaban Benar
0
Jawaban Salah
0
Tentang Media Pembelajaran
PAI dan BP Kelas VIII BAB 8
Media Pembelajaran Interaktif untuk Mata Pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8
Dibuat oleh:
Asep Saefullah
Guru PAI SMP Kab Bekasi
No. WA: 087703081979
Email: asepsaefullah38@guru.smp.belajar.id
Petunjuk Penggunaan
Pelajari terlebih dahulu tujuan pembelajaran pada tab "Tujuan Pembelajaran".
Baca dan pahami materi pembelajaran pada tab "Materi Pembelajaran".
Kerjakan evaluasi pada tab "Evaluasi" untuk mengukur pemahaman Anda.
Pada evaluasi, Anda akan mengerjakan soal bertingkat dari level 1 hingga level 5.
Untuk lulus ke level berikutnya, Anda harus menjawab dengan benar minimal 3 dari 5 soal.
Jika gagal pada suatu level, Anda akan kembali ke level sebelumnya.
Nilai akhir akan ditampilkan setelah Anda menyelesaikan semua soal atau waktu habis.
Dashboard Guru
Total Siswa
0
Rata-rata Nilai
0
Siswa Selesai
0
Daftar Nilai Siswa
No
Nama
Kelas
Level Tercapai
Jawaban Benar
Jawaban Salah
Nilai
Detail
Belum ada data siswa
Detail Hasil Siswa
Pilih siswa dari tabel untuk melihat detail
Tentang Media Pembelajaran
PAI dan BP Kelas VIII BAB 8
Media Pembelajaran Interaktif untuk Mata Pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8
Dibuat oleh:
Asep Saefullah
Guru PAI SMP Kab Bekasi
No. WA: 087703081979
Email: asepsaefullah38@guru.smp.belajar.id
Petunjuk Penggunaan Mode Guru
Dashboard menampilkan ringkasan hasil evaluasi siswa.
Tab "Hasil Siswa" menampilkan detail jawaban setiap siswa.
Anda dapat mencetak daftar nilai siswa dengan mengklik tombol "Cetak Daftar Nilai".
Data siswa tersimpan secara lokal di browser dan akan hilang jika cache browser dibersihkan.