Nama: - | Kelas: -
PAI dan BP Kelas VII BAB 10: Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Bani Umayyah
Silakan pilih menu di atas untuk memulai pembelajaran.
Bani Umayyah di Andalusia (Spanyol) merupakan kelanjutan dari Dinasti Umayyah yang sebelumnya berkuasa di Damaskus. Setelah Dinasti Umayyah di Damaskus runtuh pada tahun 750 M dan digantikan oleh Dinasti Abbasiyah, salah seorang keturunan Umayyah bernama Abdurrahman Ad-Dakhil berhasil melarikan diri ke Andalusia (Spanyol) dan mendirikan kekuasaan baru di sana pada tahun 756 M.
Kekuasaan Bani Umayyah di Andalusia berlangsung selama hampir tiga abad (756-1031 M) dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abdurrahman III (912-961 M) dan Al-Hakam II (961-976 M). Pada masa ini, Andalusia menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan yang sangat maju di Eropa.
Beberapa faktor yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia antara lain:
Abdurrahman Ad-Dakhil mendirikan kekuasaan Bani Umayyah di Andalusia dan memulai pembangunan Masjid Cordoba yang kemudian menjadi pusat pendidikan.
Abbas Ibnu Firnas, seorang ilmuwan Muslim Andalusia, melakukan percobaan terbang dengan menggunakan sayap buatan, jauh sebelum Leonardo da Vinci.
Masa pemerintahan Abdurrahman III yang mendirikan Universitas Cordoba dan perpustakaan dengan koleksi lebih dari 400.000 buku.
Al-Hakam II memperluas perpustakaan Cordoba dan mendatangkan buku-buku dari berbagai penjuru dunia. Pada masa ini, Cordoba memiliki 70 perpustakaan umum.
Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcasis) menulis ensiklopedia medis "Al-Tasrif" yang menjadi rujukan kedokteran di Eropa selama berabad-abad.
Beberapa bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat pada masa Bani Umayyah di Andalusia:
Para astronom Muslim di Andalusia melakukan pengamatan langit yang sangat teliti dan mengembangkan instrumen astronomi seperti astrolabe. Mereka juga memperbaiki tabel astronomi yang diwarisi dari peradaban Yunani dan India. Tokoh terkenal seperti Al-Zarqali (Arzachel) menciptakan tabel astronomi Toledo yang digunakan di Eropa hingga abad ke-16.
Andalusia melahirkan dokter-dokter terkenal seperti Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcasis) yang dikenal sebagai bapak bedah modern. Bukunya "Al-Tasrif" berisi ilustrasi lebih dari 200 instrumen bedah yang sebagian besar adalah rancangannya sendiri. Ibnu Zuhr (Avenzoar) juga memberikan kontribusi penting dalam bidang anatomi dan patologi.
Ilmuwan Muslim Andalusia mengembangkan aljabar dan trigonometri. Mereka juga memperkenalkan angka Arab (yang sebenarnya berasal dari India) ke Eropa, yang kemudian menggantikan angka Romawi yang rumit. Sistem desimal dan konsep nol yang mereka perkenalkan sangat memudahkan perhitungan matematika.
Ilmuwan Muslim di Andalusia mengembangkan teknik distilasi, kristalisasi, dan sublimasi. Mereka juga menemukan berbagai zat kimia baru dan mengembangkan farmakologi. Abbas Ibnu Firnas berhasil membuat kaca dari batu.
Ilmuwan Muslim Andalusia melakukan penelitian tentang optik, mekanika, dan hidrostatika. Ibnu Bajjah (Avempace) menulis tentang gerak benda dan gravitasi yang kemudian memengaruhi pemikiran Galileo.
Para ilmuwan Muslim di Andalusia membuat peta dunia yang sangat akurat untuk zamannya. Al-Idrisi, meskipun bekerja di Sisilia, adalah keturunan Andalusia yang membuat peta dunia terperinci dan buku geografi "Nuzhat al-Mushtaq" yang sangat berpengaruh.
Andalusia melahirkan filsuf-filsuf besar seperti Ibnu Rusyd (Averroes) yang mengomentari karya-karya Aristoteles dan memperkenalkannya kembali ke Eropa. Ibnu Tufail menulis novel filosofis "Hayy ibn Yaqdhan" yang memengaruhi pemikiran Eropa tentang pendidikan alami.
Puisi dan musik berkembang pesat di Andalusia. Bentuk puisi "muwashshah" dan "zajal" yang menggabungkan bahasa Arab dengan bahasa lokal menjadi populer. Ziryab mendirikan konservatori musik pertama di Eropa di Cordoba dan memperkenalkan alat musik baru seperti lute.
Bangunan-bangunan megah seperti Masjid Cordoba, Istana Alhambra di Granada, dan Menara Giralda di Sevilla menunjukkan kecanggihan arsitektur Andalusia. Mereka mengembangkan teknik konstruksi baru dan desain ornamental yang indah.
Ilmuwan Muslim di Andalusia mengembangkan teknik irigasi canggih dan memperkenalkan tanaman baru ke Eropa seperti jeruk, lemon, kapas, tebu, dan padi. Mereka juga menulis buku-buku pertanian yang komprehensif seperti "Kitab al-Filaha" karya Ibnu al-Awwam.
Beberapa kota di Andalusia menjadi pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan yang terkenal:
Kemajuan ilmu pengetahuan di Andalusia memberikan pengaruh besar terhadap kebangkitan Eropa (Renaissance) pada abad ke-14 hingga ke-17:
Evaluasi terdiri dari 25 soal yang dibagi menjadi 5 level. Setiap level berisi 5 pertanyaan.
Waktu pengerjaan: 60 menit
Petunjuk:
Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Bani Umayyah
Asep Saefullah
Guru PAI SMP Kab Bekasi
No. WA: 087703081979
Email: asepsaefullah38@guru.smp.belajar.id
Nama: - | Kelas: -
Loading question...
Nama: -
Kelas: -
Tanggal: -
Jumlah Soal: 25
Jawaban Benar: -
Jawaban Salah: -
Level Tertinggi: -
| No | Nama | Kelas | Benar | Salah | Level | Nilai | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum ada data siswa | |||||||
Nama: -
Kelas: -
Nilai: -
| No | Level | Pertanyaan | Jawaban Siswa | Jawaban Benar | Status |
|---|
| No | Nama | Kelas | Benar | Salah | Level | Nilai |
|---|
Bekasi,
Asep Saefullah
Guru PAI SMP Kab Bekasi